Kamis, 09 September 2010

langkah pertama


Tanpa sadar mereka bersemayam di bawah pikiranku,pikiran dimana seekor platipus mencoba bebas mengembangkan sayapnya ke angkasa.Ya, platipus memang tak punya sayap,berarti selama ini pikiranku hanya omong kosong? hanya berisi impian-impian yang tanpa sadar diadaptasi dari media-media disekitarku??Aku pun dipaksa oleh kekakuan zaman untuk melakukan langkah yang melawan arus-arus agung kemayoritasan,mindset yang dulunya bercabang sejuta itu pun dibelokan dengan hanya satu hentakan,"dunia ini tak seperti yang kau bayangkan kawan" kalimat ambigu yang sejak aku kecil sudah terngiang dan tertata rapih di otak sebelah kiriku baru sekarang ku mengerti artinya.Sudut pandang yang memperlihatkan indahnya interferensi antara baik dan buruk pun sudah bias entah tererosi oleh apa.Layaknya seekor trenggiling melindungi tubuhnya,aku mencoba menutupi pemahamanku akan arti hidup dengan bertingkah seperti tidak tahu apa-apa agar orang lain menganggapku bodoh dan memperlihatkan sisi lain mereka kepadaku.Ya,dengan itu aku bisa tahu bagaimana sebenarnya sifat orang yang sedang aku hadapi.Mungkin merendah untuk menusuk lah pribahasa yang paling tepat untuk digunakan.Aku melakukan ini bukan untuk mencari-cari aib orang lain,melainkan untuk memahami sifat dasar manusia yang sekarang sedang gencar ditutup-tutupi untuk melawan dewa pengendali nafsu yang biasa mereka sebut "gengsi".

1 komentar:

Ruriana Nafilah mengatakan...

Yea! First post berterimakasih sama siapa nih? Aku aku ayo makasih sama aku!

Iya mbe makanya jangan cuek ya jangan gengsi jangan bawel hahaha. Keep flying, platypus!